Gubernur Andi Sudirman dan Wagub Fatmawati Rusdi Hadiri Paripurna HUT ke-66 Takalar

harian-pagi.com.– – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Takalar, khususnya di wilayah pesisir yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking pekerjaan Jalan Paket 2 Ruas Jalan Poros Galesong Utara yang digelar di Desa Palaklakkang, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulsel, Sebelum Menghadiri Puncak Perayaan Hari Jadi Kabupaten Takalar, Ke-66, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, bersama jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten.

Groundbreaking dimulai sejak pukul 07.00 Wita, ditandai dengan peletakan aspal pertama oleh Gubernur Sulsel dan Bupati Takalar sebagai simbol dimulainya pekerjaan fisik jalan strategis tersebut.

Peningkatan ruas jalan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah pesisir, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat nelayan dan pelaku usaha lokal di Galesong Utara.

Usai agenda lapangan, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Takalar dalam rangka Hari Jadi ke-66 Kabupaten Takalar.

Gubernur tiba di lokasi rapat paripurna tepat pukul 10.00 Wita di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.

Kedatangan orang nomor satu di Sulsel itu berlangsung khidmat dan sarat nuansa budaya. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dipayungi kain Appaka Sulapa dan payung Polong Sipue, payung kebesaran khas Kerajaan Bugis Makassar.

Gubernur berjalan berdampingan dengan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, melintasi karpet merah dari arah depan Kantor Bupati menuju Lapangan Upacara yang telah berdiri tenda kerucut putih, yang diketahui telah dipersiapkan sejak dua hari sebelumnya.

Dalam momen tersebut, Gubernur Sulsel tampil mengenakan pakaian adat khas Bugis Makassar, demikian pula Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi yang hadir dengan busana adat senada.

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye juga mengenakan pakaian adat yang sama, sementara Ketua TP PKK Takalar Dewi Sri Ekowati Firdaus tampil anggun mengenakan baju adat Yang sama ciri khas Pakaian adat perempuan.

Baju Bodo sendiri merupakan busana tradisional tertua di Indonesia bagi perempuan, berciri potongan segi empat dan lengan pendek, yang pada kesempatan tersebut didominasi warna hijau, melambangkan kalangan bangsawan.

Sementara untuk pria, busana adat yang dikenakan berupa Baju Tutu atau Jas Tutup, dipadukan dengan Lipa’ Sabbe atau sarung sutra serta hiasan kepala (Songkok Guru) khas Bugis Makassar.

Suasana pengamanan dan kesiapan teknis acara juga tampak maksimal. Terlihat satu unit mobil UPS Mobile 160 KVA milik PLN UID Sulselbar – UP3 Makassar Utara bertuliskan Express Power Service PLN terparkir di pinggir Lapangan Upacara

Selain itu, satu unit ambulans PSC juga disiagakan di area kegiatan sebagai bagian dari antisipasi layanan kesehatan selama rangkaian acara berlangsung.

Dalam sambutannya pada Rapat Paripurna, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi tema Hari Jadi Takalar ke-66 yang diusung Pemerintah Kabupaten Takalar.

“Tadi Bapak Bupati menyampaikan temanya adalah Takalar Unggul, Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital. Saya kira ini tema yang sangat luar biasa dan sangat relevan dengan apa yang kita cita-citakan bersama,” ujar Andi Sudirman.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus hadir mendukung pembangunan Takalar, baik melalui pembangunan jalan, jembatan, hingga bantuan rumah layak huni bagi masyarakat.

“Semua ini semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita di Takalar,” tegasnya.

Gubernur juga menitipkan pesan penting kepada seluruh jajaran Pemkab Takalar agar terus memperkuat sinergi dan menghilangkan ego sektoral dalam pelayanan publik.

“Jangan ada ego sektoral. Kita bekerja untuk rakyat. Kalau rakyat butuh bantuan, segera respon. Kalau bisa cepat, kenapa harus diperlambat?” katanya.

Menurut Andi Sudirman, Kabupaten Takalar memiliki potensi besar di sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata yang harus dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.

“Saya tidak ingin mendengar ada penyalahgunaan anggaran, apalagi yang menyangkut hak-hak masyarakat kecil,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen menjadikan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Takalar sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan mempercepat kemajuan daerah.

Sementara itu, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pembangunan di Kabupaten Takalar.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan Takalar yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.

Turut hadir Bupati Gowa Husniah Talenrang, Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal, Sekretaris Daerah Takalar Muhammad Hasbi, serta jajaran masing-masing pemerintah daerah.(x

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*