Dari Ruang Pola ke Kantor Gubernur, Daeng Manye Bawa Semangat integritas dari Takalar ke Sulsel

harian-pagi.com.- – Dalam dua hari berturut-turut, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menunjukkan konsistensinya menegakkan integritas pemerintahan.
Rabu (15/10/2025) .

Ia memimpin Sosialisasi Pencegahan Korupsi di Kantor Bupati Takalar. Sehari kemudian, Kamis (16/10/2025), ia hadir di Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Pemerintah Daerah Wilayah Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulsel.

Dua agenda itu bukan sekadar seremonial. Bagi Daeng Manye, keduanya adalah bukti langkah nyata bahwa Takalar ingin berdiri di garis depan dalam gerakan pemerintahan bersih.

“Bagi saya, pemberantasan korupsi bukan hanya soal aturan, tapi soal harga diri pemimpin. Kalau kita jujur, rakyat percaya. Kalau rakyat percaya, pembangunan pasti jalan,” ujarnya usai Rakor di Makassar.

Di forum yang dihadiri sekitar 200 peserta itu, mulai dari gubernur, bupati, ketua DPRD se-Sulsel, hingga perwakilan KPK, Daeng Manye didampingi Inspektur Daerah Takalar Muhammad Rusli.
Keduanya menjadi representasi daerah yang kini dikenal aktif mendorong reformasi birokrasi berbasis integritas.

Takalar Menuju Birokrasi Tanpa Celah

Sehari sebelumnya di Takalar, Daeng Manye berdiri di hadapan para camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Takalar dengan suara tegas.
Ia menolak keras segala bentuk penyimpangan dan menyebut korupsi sebagai pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

“Tidak ada sejengkal pun ruang untuk korupsi di Takalar. Setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan,” serunya kala itu.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari KPK RI, yakni Basuki Haryono dan Juliharto, yang membedah area rawan korupsi dan pentingnya transparansi anggaran.

Daeng Manye menilai, kepercayaan publik terhadap pemerintah dibangun dari cara paling sederhana: jujur.
Itulah nilai yang ia bawa dari Takalar ke forum provinsi.

“Kami ingin birokrasi Takalar dikenal karena integritasnya, bukan karena laporan pelanggarannya,” tegasnya.

Langkah Takalar kini mendapat perhatian di tingkat provinsi. KPK RI mengapresiasi daerah yang mulai aktif mendorong sistem pengawasan internal dan publikasi keuangan terbuka.

Dengan semangat itu, Daeng Manye berharap gerakan Takalar Bersih bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sulawesi Selatan.

Keterangan Foto:
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menghadiri Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Pemerintah Daerah Wilayah Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (16/10/2025).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*