Untuk Pertama Kali Pelantikan Pejabat Kab. Takalar Oleh Bupati Daeng Manye.  Di Gelar Diruang Terbuka.

harian-pagi.com.—- Suasana sore di lapangan upacara Kantor Bupati Takalar, Senin (20/10)  Kemarin. , terasa berbeda dari biasanya. Alunan musik langgam keroncong berpadu dengan lagu-lagu khas Makassar seperti mengiringi langkah para tamu undangan yang mulai berdatangan sejak pukul 15.00 WITA.

Untuk pertama kalinya dalam tiga periode pemerintahan, pelantikan pejabat di Kabupaten Takalar digelar di ruang terbuka, menandai babak baru dalam tradisi birokrasi yang lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat.

Prosesi pelantikan yang dimulai pukul 16.15 WITA dan berakhir menjelang magrib ini dipimpin langsung oleh Bupati Takalar H. Firdaus Daeng Manye, disaksikan ratusan masyarakat yang memadati area sekitar lapangan.

Sebanyak 311 pejabat struktural resmi dilantik, terdiri dari 25 pejabat pimpinan tinggi pratama, 101 administrator, 162 pengawas, dan 23 kepala puskesmas.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin, Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal, Kepala Kejaksaan Negeri Takalar Muhammad Ahsan Thamrin, Sekda Takalar Muhammad Hasbi, dan Inspektur Kabupaten Takalar Muhammad Rusli.

Momen ini menjadi perhatian publik karena biasanya pelantikan dilakukan di dalam ruang pertemuan tertutup. Kali ini, masyarakat bisa menyaksikan langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan di lapangan upacara kantor bupati.

Salah satu warga, Ismail (35), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk melihat langsung jalannya pelantikan.

“Biasanya kami hanya dengar kabarnya di berita. Sekarang kami bisa lihat langsung siapa yang dilantik. Ini terasa lebih terbuka dan merakyat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi nuansa seni daerah yang dihadirkan panitia pelantikan.

“Bagus ada musik keroncong dan lagu Makassar, suasananya adem tapi tetap berwibawa. Pemerintah seperti mau lebih dekat dengan rakyat,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa pelantikan kali ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol reformasi birokrasi menuju pemerintahan yang terbuka dan responsif.

“Pelantikan ini bukan hanya pengukuhan jabatan, tapi simbol kepercayaan dan transparansi birokrasi yang ingin kita wujudkan,” kata Bupati Manye.

Ia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak menunda-nunda pekerjaan dan segera menunjukkan kinerja nyata di tempat tugas masing-masing.

“Dengan amanah dan jabatan baru ini, jangan injak rem tapi injak gas! Segera bekerja dan buktikan kemampuan Anda,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antarpejabat untuk mempercepat kinerja pemerintahan daerah.

“Kita ingin birokrasi yang responsif, akuntabel, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat Takalar,” ujarnya menutup sambutan.

Pelantikan terbuka ini tidak hanya menjadi momen penting bagi pejabat yang baru dilantik, tetapi juga menegaskan arah pemerintahan Daeng Manye – Hengky Yasin dalam membangun birokrasi yang transparan dan partisipatif.

Langit senja dan mendung yang mulai serta alunan musik tradisional yang lembut menambah kesan hangat dan bersejarah dalam pelantikan pejabat di Kabupaten Takalar sore itu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*